Surabaya, Kampus Ursulin. TK Santa Maria Surabaya memiliki kurikulum yang berfokus pada pengembangan holistik anak melalui sistem sentra yang inovatif. Anak-anak belajar melalui eksplorasi aktif di berbagai sentra tematik. Salah satunya adalah sentra balok yang dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu, kreativitas, serta mengembangkan karakter anak.
Hari Arsitektur Nasional yang diperingati setiap tanggal 18 Maret merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi para arsitek dalam pembangunan bangsa. Peringatan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, melainkan juga refleksi atas peran strategis arsitektur dalam membentuk ruang hidup masyarakat.
Arsitektur memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari rumah tinggal dan jalan hingga ruang publik, semuanya merupakan hasil dari proses perencanaan yang matang. Arsitek tidak hanya merancang bangunan, tetapi juga menjadi pemecah masalah (problem solver) yang menjembatani kebutuhan manusia dengan kondisi lingkungan.
Di Indonesia, kekayaan arsitektur terlihat dari beragam rumah tradisional, seperti rumah joglo dan tongkonan. Masing-masing memiliki filosofi, fungsi, serta keterkaitan erat dengan lingkungan dan budaya setempat.
Tidak hanya arsitek dewasa, anak-anak pun bisa menjadi "Arsitek Kecil". Di sentra balok, anak-anak TK Santa Maria Surabaya belajar tentang geometri dan konsep ruang, serta melatih logika berpikir dan koordinasi mata-tangan melalui kegiatan membangun konstruksi dengan berbagai bentuk balok. Untuk topik kali ini, anak-anak membangun miniatur "bandara dan landasan pacu pesawat terbang" secara kolaboratif dalam satu kelompok besar yang terdiri atas 10–12 anak.
Dalam kegiatan ini, anak-anak belajar membangun kerja sama, menghargai pendapat teman, memastikan bangunan kokoh dan tidak mudah roboh, serta mengenal ukuran sentimeter menggunakan meteran kain. Selain itu, anak-anak mengklasifikasi 5–10 balok sesuai bentuk yang digunakan, menggambar bentuk bangunan tersebut, dan menuliskan nama bangunan yang telah dibuat.
Dengan demikian, Hari Arsitektur Nasional tidak hanya menjadi peringatan bagi para arsitek, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat—termasuk anak-anak TK Santa Maria Surabaya—akan pentingnya peran arsitek dalam membentuk lingkungan hidup yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Penulis: Theresia Ninu - Guru KB-TK Santa Maria Surabaya