News &
Updates

News Image

Share

Serunya Anak-Anak TK-B Belajar "Bicara Baik dan Dengar Baik" lewat Game Berita Berantai.
19 Mei 2026

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris – Pernahkah Anda mendengar tentang Hari Komunikasi Sedunia? Hari bersejarah ini pertama kali ditetapkan oleh Paus Paulus VI pada tahun 1967 dan diperingati setiap tahun pada hari Minggu sebelum Pentakosta. Bagi umat Katolik, pesan Paus selalu menjadi kompas untuk menggunakan media secara bertanggung jawab. Namun, tahukah Anda bahwa esensi dari komunikasi itu sendiri sebenarnya sangat sederhana? Dasar komunikasi sejati selalu berakar pada tiga hal: kebenaran, kebaikan, dan keindahan.

Inti dari Hari Komunikasi Sedunia adalah mengajak kita semua untuk "bicara baik, dengar baik, biar semua jadi teman." Hebatnya, nilai luhur ini ternyata sangat pas dan bisa diajarkan sejak dini kepada anak-anak TK lewat metode yang paling mereka sukai: bermain dan bercerita

Game Berita Berantai Si Kecil

Anak-anak usia TK memang belum paham apa itu media sosial atau dunia digital. Namun, di sinilah momen emas mereka untuk belajar fondasi paling mendasar dari interaksi manusia, yaitu cara berbicara, mendengarkan, dan berbagi.

Semangat inilah yang dibawa oleh kelompok TK-B. Untuk merayakan Hari Komunikasi Sedunia, mereka menggelar kegiatan yang super seru bernama permainan "Berita Berantai Si Kecil". Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 5 hingga 7 anak.

Meskipun terlihat sederhana, permainan ini memiliki misi besar untuk melatih tumbuh kembang anak, di antaranya:

Fokus & Memori: Melatih anak mendengarkan dengan penuh konsentrasi dan mengingat pesan singkat.

Artikulasi Jelas: Mengajarkan anak untuk bicara pelan, jelas, dan tidak berteriak.

Kejujuran & Kehati-hatian: Mengenalkan konsep bahwa sebuah pesan bisa berubah (salah penyampaian) kalau tidak didengar baik-baik, sekaligus menanamkan nilai pentingnya menyampaikan informasi secara jujur.

Permainan ini terbukti sangat seru dan memicu tawa ceria anak-anak. Durasi yang dibutuhkan pun terbilang singkat, hanya sekitar 10 hingga 15 menit. Namun jangan salah, dampak edukasinya sangat besar untuk membentuk mereka menjadi pendengar dan pembicara yang baik di masa depan.

Kunci keseruannya terletak pada kalimat "berita" yang dibisikkan. Kalimat yang digunakan sengaja dibuat pendek, menggunakan kata-kata konkret yang gampang diingat, dan menyelipkan unsur lucu agar mengundang tawa saat pesannya "meleset" di anak terakhir.

Berikut adalah beberapa contoh kalimat penuh makna yang digunakan dalam permainan:

"Kita semua saling sayang."

"Minta maaf kalau salah."

"Peluk teman yang sedih."

"Bicara pelan dan sopan."

"Menolong teman yang jatuh."

"Aku bilang terima kasih."

"Mendengarkan teman itu penting."

"Senang melihat teman tersenyum."

Keseruan tidak berhenti saat permainan usai. Setelah pesan berantai sampai ke anak terakhir, guru akan bertanya, "Tadi pesannya bunyi apa?" dan dilanjutkan dengan pertanyaan reflektif yang menyentuh hati, "Kamu pernah melakukan itu ke temanmu?"

Melalui kegiatan Hari Komunikasi Sedunia ini, anak-anak TK-B tidak hanya merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga berhasil memetik pelajaran berharga. Mereka pulang dengan pemahaman baru: bahwa menyampaikan pesan kepada sesama harus dilakukan dengan cara yang baik, sopan, dan benar. Selamat belajar berkomunikasi dengan kasih, ya!

Penulis: Theresia Ninu ANB (KB-TK Santa Maria)