Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris. Bulan Mei selalu membawa kehangatan tersendiri di lingkungan KB-TK Santa Maria. Selama satu bulan penuh, anak-anak diajak untuk mengenal lebih dekat sosok Bunda Maria, Sang Ibu yang penuh kasih, melalui serangkaian kegiatan rohani yang dikemas dengan ceria dan penuh warna. Menumbuhkan iman sejak usia dini tidak harus terasa kaku; lewat kepolosan dan semangat anak-anak, atmosfer sekolah justru berubah menjadi begitu teduh, indah, dan penuh berkat.
Kemeriahan Bulan Maria diawali dengan upacara pembukaan yang sangat menyentuh hati di depan Gua Maria sekolah. Dengan menggenggam bunga warna-warni di tangan kecil mereka, anak-anak berkumpul untuk memanjatkan doa pembuka bersama para guru. Suasana semakin semarak saat tradisi perarakan dimulai. Patung Bunda Maria diarak dengan anggun dari gua menuju halaman sekolah. Sepanjang perjalanan, koridor sekolah dipenuhi oleh gemerisik suara polos anak-anak yang dengan penuh semangat melantunkan doa Salam Maria bersama-sama. Langkah kaki kecil yang rapi dan senyum penuh sukacita mereka benar-benar menjadi pemandangan yang menyejukkan jiwa bagi siapa saja yang melihatnya.

Selesai ibadat pembukaan, setiap hari dilanjutkan dengan ibadat Doa Rosario singkat yang menjadi momen paling dinantikan. Di sinilah ruang bagi anak-anak untuk belajar menjadi pemimpin kecil yang hebat! Setiap perwakilan kelas dengan berani maju ke depan untuk memimpin sepuluh kali doa Salam Maria. Meskipun sesekali terdengar ucapan yang terbata-bata atau bisikan malu-malu, keberanian mereka patut diacungi jempol. Ini bukan sekadar ritual, melainkan ruang bagi mereka untuk memupuk rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab rohani sejak dini.

Agar api semangat ini tetap menyala, kegiatan rohani ini tidak hanya berhenti di hari pembukaan saja. Setiap hari Selasa dan Jumat pagi, anak-anak memiliki agenda rutin untuk kembali menyambangi Gua Maria. Di momen ini, mereka diajak untuk meletakkan bunga segar serta membawa ujud doa sederhana khas anak-anak, mulai dari mendoakan kesehatan orang tua, teman yang sedang sakit, hingga kelancaran bermain dan belajar. Melalui kebiasaan kecil yang konsisten ini, kita berharap benih-benih iman dan kasih yang ditanamkan selama Bulan Maria dapat tumbuh subur di dalam hati mereka hingga dewasa nanti. Terima kasih kepada seluruh orang tua yang terus mendukung kegiatan rohani anak-anak di sekolah. Bunda Maria, doakanlah anak-anak kami senantiasa!

Penulis: Tari (SMA Santa Maria)