
Surabaya, Kampus Ursulin-Sanmaris — Bulan Rosario menjadi waktu yang istimewa bagi umat Katolik untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui doa Rosario dan penghormatan kepada Bunda Maria. Dalam suasana penuh sukacita dan kesederhanaan, anak-anak KB-TK Santa Maria mengawali Bulan Rosario dengan kegiatan doa bersama yang mengajak mereka mengenal Rosario sekaligus mengalami secara langsung indahnya berdoa bersama.
Kegiatan pembukaan diawali di halaman sekolah dengan doa pembukaan bersama. Anak-anak diajak untuk menenangkan diri, membuka hati, dan menyadari bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan bentuk ungkapan kasih kepada Tuhan dan Bunda Maria.
Setelah doa pembukaan, anak-anak diperkenalkan pada butir-butir Rosario. Dengan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan usia mereka, guru menjelaskan bahwa setiap butir Rosario membantu kita untuk berdoa dan merenungkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus bersama Bunda Maria. Anak-anak pun diajak mengenal urutan doa dalam Rosario sambil melihat dan memegang Rosario mereka.
Pada kesempatan ini, anak-anak secara khusus diajak merenungkan Peristiwa Gembira yang pertama, yaitu Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel. Anak-anak belajar bahwa ketika Malaikat Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria bahwa ia akan menjadi ibu Yesus, Maria menjawab dengan penuh iman dan kerendahan hati. Sikap Maria menjadi teladan bagi anak-anak untuk belajar mendengarkan, percaya, dan berani mengatakan "ya" kepada Tuhan.

Setelah pengenalan Rosario, perjalanan doa pun dimulai. Anak-anak berjalan bersama menuju beberapa Gua Maria yang berada di lingkungan sekolah, mulai dari area SD, SMA, hingga KB-TK. Perjalanan ini menjadi pengalaman yang sederhana namun bermakna bagi anak-anak. Setiap langkah menjadi kesempatan untuk belajar berdoa, berjalan tertib, serta menjaga kebersamaan dengan teman-teman.
Di setiap Gua Maria, anak-anak berhenti sejenak untuk berdoa. Mereka bersama-sama mengucapkan doa Salam Maria secara bergantian sehingga setiap kelompok memiliki kesempatan untuk memimpin dan ikut terlibat dalam doa. Suasana menjadi semakin khidmat ketika anak-anak dengan suara polos dan penuh kesungguhan menyampaikan doa mereka kepada Bunda Maria.
Kegiatan berkeliling dari satu Gua Maria ke Gua Maria lainnya juga mengajarkan anak-anak bahwa doa dapat dilakukan bersama-sama dalam suasana yang sederhana dan menggembirakan. Mereka belajar menunggu giliran, mengikuti arahan, berjalan bersama, serta menghargai teman yang sedang memimpin doa.

Melalui permenungan Peristiwa Gembira pertama, anak-anak diajak mengenal sosok Maria sebagai pribadi yang rendah hati, taat, percaya kepada Tuhan, dan berani menerima kehendak Tuhan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami melalui cerita, tetapi juga dapat mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan mendengarkan nasihat guru dan orang tua, berani melakukan kebaikan, serta membantu dan menyayangi sesama.
Pembukaan Bulan Rosario ini menjadi sebuah pengalaman iman yang dekat dengan dunia anak. Bukan sekadar mengenal rangkaian doa Rosario, anak-anak diajak untuk mengalami doa melalui gerak, kebersamaan, dan perjalanan sederhana dari satu tempat doa ke tempat doa lainnya.
Dengan wajah ceria dan hati yang penuh sukacita, anak-anak mengawali Bulan Rosario dengan satu pesan sederhana: setiap langkah dapat menjadi doa, dan setiap doa dapat menjadi ungkapan kasih kepada Tuhan dan Bunda Maria.
Semoga sepanjang Bulan Rosario, anak-anak semakin mengenal Yesus, mencintai Bunda Maria, serta bertumbuh menjadi anak-anak yang senang berdoa, penuh kasih, dan selalu membawa sukacita bagi orang-orang di sekitar mereka.
Penulis: Tari (Guru KB-TK Santa Maria)