Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris. Bayangkan keseruan anak-anak menjelajah dunia lewat benda-benda berukuran mini. Di Sentra Main Peran Kecil TK Santa Maria Surabaya, anak usia 4–6 tahun diajak masuk ke ruang imajinasi penuh cerita, kreativitas, dan kejutan. Berbeda dari bermain peran biasa, semua alat di sentra ini berukuran kecil: rumah mini, perabot, kendaraan, perlengkapan profesi, hingga boneka mungil yang dapat digerakkan dengan jari. Lewat permainan itu, anak-anak menjadi sutradara yang membangun alur dan menghidupkan tokoh-tokoh dalam dunia mereka.

Kegiatan di sentra ini tidak sekadar menyenangkan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak. Saat anak memindahkan perabot mini, menggerakkan boneka, atau menata benda-benda kecil, kemampuan motorik halus dan koordinasi mata-tangan meningkat. Imajinasi, kreativitas, dan keterampilan berbahasa berkembang melalui penceritaan dan dialog antartokoh. Anak juga melatih keterampilan sosial, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, empati, dan rasa percaya diri. Nilai-nilai Serviam seperti integritas, persatuan, keberanian, ketangguhan, serta cinta dan belas kasih pun dapat tumbuh lewat pengalaman bermain bersama.

Beragam alat main disusun sesuai dengan tema: rumah mini lengkap dengan meja, kursi, lemari, dan perlengkapan dapur; miniatur rumah sakit dengan dokter, pasien, dan peralatan medis; hingga lingkungan kota dengan jalan, kendaraan, toko, dan berbagai tokoh boneka. Semua dirancang kecil agar anak dapat memainkannya dengan jari. Boneka menjadi daya tarik utama karena kepala, tangan, atau tubuhnya dapat digerakkan untuk berbicara, berjalan, bekerja, dan berinteraksi—gerakan sederhana yang sering melahirkan cerita lucu dan menghangatkan hati.

Perkembangan bermain peran pada anak usia 4–6 tahun berjalan secara bertahap. Pertama, tahap eksplorasi: anak mengamati, mengenal, dan mencoba alat serta tokoh. Kedua, tahap bermain sederhana: menggerakkan boneka, meniru kegiatan sehari-hari, dan menciptakan cerita singkat. Ketiga, tahap bermain peran kompleks: mengembangkan alur, berdialog antartokoh, mengaitkan peristiwa, dan berkolaborasi dengan teman. Keempat, tahap memperkaya dan merefleksikan permainan: anak memperluas cerita, menyelesaikan masalah sederhana, merapikan alat, serta menceritakan kembali pengalamannya. Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, sehingga guru memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat tanpa membatasi kreativitas.

Melalui Sentra Main Peran Kecil, TK Santa Maria Surabaya menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Di balik rumah mini dan boneka mungil terdapat proses pembelajaran yang kuat: anak memahami dunia, mengekspresikan ide, bekerja sama, serta menghargai karya sendiri maupun teman. Dari dunia kecil itulah imajinasi besar tumbuh. Setiap cerita yang dimainkan hari ini menjadi langkah penting bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri, percaya diri, dan penuh kasih.
Penulis: Emiliana (Guru KB-TK Santa Maria)