News &
Updates

News Image

Share

Pelatihan dan Pengelolaan Bawah Sadar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di TK Santa Maria Surabaya
22 Februari 2026

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, Kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi (TU) TK Santa Maria Surabaya mengikuti kegiatan pelatihan dan pengelolaan bawah sadar sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi diri seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif, sadar, dan bermakna.

Pelatihan ini dilandasi pemahaman bahwa pikiran bawah sadar memiliki peran besar dalam membentuk perilaku, emosi, dan pengambilan keputusan sehari-hari. Dalam dunia pendidikan, kondisi batin guru sangat memengaruhi suasana kelas, cara berinteraksi dengan anak, serta kualitas proses belajar mengajar. Oleh karena itu, pengelolaan bawah sadar menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan belajar yang positif dan kondusif.

Kegiatan ini diisi dengan sesi berbagi pengalaman pribadi dari kepala sekolah, guru, dan staf TU. Melalui sharing tersebut, peserta saling bertukar strategi dalam mengatasi stres, meningkatkan motivasi, menghadapi tantangan mengajar, serta mengelola dinamika kelas. Suasana diskusi berlangsung hangat dan reflektif, sehingga setiap peserta dapat belajar dari pengalaman satu sama lain.

Beberapa teknik pengelolaan bawah sadar yang diperkenalkan dalam pelatihan ini antara lain:

Afirmasi positif: Penggunaan kalimat-kalimat positif untuk membangun pola pikir yang lebih konstruktif.

Visualisasi: Memanfaatkan kekuatan imajinasi untuk membayangkan tujuan dan hasil yang ingin dicapai.

Meditasi: Melatih ketenangan pikiran dan fokus agar lebih sadar dalam bertindak.

Hipnoterapi: Metode pendukung untuk membantu mengubah pola perilaku dan emosi secara lebih mendalam.

Peserta juga diajak memahami bahwa momen setelah bangun tidur merupakan "waktu emas" karena pikiran berada pada gelombang alfa-theta, yaitu kondisi saat bawah sadar lebih terbuka menerima sugesti positif. Pada saat inilah afirmasi dan penanaman niat baik sangat efektif dilakukan. Sebaliknya, peserta diingatkan untuk berhati-hati terhadap asupan negatif seperti berita yang menimbulkan kecemasan, keluhan berulang, gosip, maupun kata-kata kasar, karena bawah sadar menyerapnya tanpa filter.

Sebagai praktik sederhana, peserta dianjurkan untuk menutup hari dengan kegiatan yang menenangkan, seperti mendengarkan musik lembut, berdoa, atau melakukan renungan singkat sebelum tidur. Hal ini membantu menciptakan ruang batin yang aman dan damai.

Dalam sesi refleksi, peserta diajak memahami konsep "Bejana dan Pohon Masalah" sebagai simbol bahwa setiap individu perlu menyadari isi batinnya serta berani mengurai akar permasalahan, bukan hanya gejala yang tampak di permukaan. Mengelola bawah sadar bukan berarti memaksa diri untuk berubah secara instan, melainkan memberi ruang untuk bertumbuh, membangun kepercayaan diri, serta berdamai dengan pengalaman masa lalu.

Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan semakin sadar akan tanggung jawab batin mereka. Tujuannya bukan untuk menjadi sempurna, tetapi untuk menjadi pribadi yang lebih tenang, bebas, damai, dan selaras dengan tujuan hidup.

Dengan meningkatnya kesadaran diri dan kemampuan mengelola bawah sadar, diharapkan kualitas pembelajaran di TK Santa Maria Surabaya semakin berkembang, sehingga anak-anak dapat belajar dalam suasana yang penuh kasih, positif, dan inspiratif.

 

Penulis: Theresia Ninu - Guru KB-TK Santa Maria Surabaya