Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, “Kalau rumah dibuat dari apa, ya?” Pertanyaan sederhana ini membawa anak-anak dalam petualangan seru di Sentra Bahan Alam dengan topik “Rumahku”.
Anak-anak diajak mengenal berbagai bahan yang digunakan dalam membuat rumah, mulai dari pasir, kerikil, semen, hingga air. Dengan tangan kecil mereka, anak merasakan tekstur setiap bahan, mengamati perbedaannya, lalu mencoba menggunakannya untuk membuat rumah mini bersama teman dalam kelompok kecil.

Bukan hanya membangun, anak-anak juga diajak menghitung kerikil satu per satu. Belajar berhitung pun menjadi lebih menyenangkan karena dilakukan sambil bermain dan menggunakan benda nyata.

Petualangan kreatif berlanjut dengan berbagai kegiatan seni. Anak membuat rumah menggunakan bentuk-bentuk geometri, mencetak dengan spons cuci piring, membentuk playdough, dan berekspresi melalui finger painting. Setiap anak bebas menuangkan ide dan imajinasinya dalam sebuah karya.

Yang menarik, proses membuat rumah ternyata bukan hanya tentang hasil. Saat bekerja bersama, anak belajar berbagi bahan, bergantian, saling membantu, berdiskusi, dan menghargai karya teman. Di sinilah nilai Serviam tumbuh melalui pengalaman nyata.
Hari itu, pasir dan kerikil mungkin berubah menjadi sebuah rumah kecil. Namun di balik rumah mini tersebut, tumbuh hal-hal yang jauh lebih besar: kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan berpikir, kerja sama, dan kemandirian.
Dari bahan alam, anak belajar tentang dunia.
Dari bermain bersama, anak belajar tentang kehidupan.
Dan dari setiap karya, anak belajar bahwa dirinya mampu menciptakan sesuatu yang istimewa.
Penulis : Tari (Guru KB-TK Santa Maria)