News &
Updates

News Image

Share

Menumbuhkan Budaya Literasi Guru sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat
3 September 2026

 

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris. KB-TK Santa Maria Surabaya menyelenggarakan kegiatan pelatihan literasi bagi para guru sebagai bagian dari upaya pengembangan profesional dan penguatan budaya belajar di lingkungan sekolah, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan Bapak Dr. Ignatius Agus Budiono, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber dan diikuti dengan antusias oleh para guru KB-TK Santa Maria Surabaya.

Kegiatan pelatihan diawali dengan sesi “Bagaimana Menumbuhkan Budaya Literasi Guru sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat.” Pada sesi ini, para guru diajak untuk melihat kembali pentingnya literasi bukan hanya sebagai kemampuan membaca dan memahami teks, melainkan juga sebagai kebiasaan untuk terus belajar, memperluas wawasan, mengolah informasi, serta merefleksikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan dan praktik profesional sehari-hari.

Menjadi guru sebagai pembelajar sepanjang hayat berarti memiliki kemauan untuk terus bertumbuh. Guru tidak hanya menjadi seseorang yang mengajarkan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga perlu terus membaca, mencari informasi, berdiskusi, dan mengembangkan pemikiran. Budaya literasi yang kuat pada diri guru diharapkan dapat menjadi teladan yang kemudian tumbuh pula dalam kehidupan belajar anak-anak di sekolah.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi “Membaca Efektif dan Reflektif untuk Pengembangan Profesional Guru.” Para guru diajak memahami bahwa membaca untuk pengembangan diri tidak cukup hanya dengan menyelesaikan sebuah bacaan. Membaca perlu dilakukan secara aktif, dengan kemampuan menemukan informasi penting, memahami gagasan utama, mengolah informasi, serta merefleksikan keterkaitannya dengan pengalaman dan pekerjaan sebagai pendidik.

Hal yang menarik, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para guru mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan membaca efektif dan reflektif. Guru membaca bahan yang telah disediakan, kemudian berlatih menemukan gagasan utama, membuat rangkuman, menyusun kesimpulan, dan membagikan hasil pemahamannya kepada rekan-rekan melalui kegiatan berbagi (sharing).

Suasana pelatihan menjadi semakin hidup ketika para guru saling bertukar pemikiran. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan hasil bacaannya dan mendengarkan sudut pandang dari peserta lain. Melalui proses tersebut, guru tidak hanya belajar memahami sebuah bacaan, tetapi juga belajar mengomunikasikan gagasan, mendengarkan perspektif yang berbeda, serta melakukan refleksi terhadap pengetahuan yang diperoleh.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa literasi bukanlah kegiatan yang dilakukan sesekali, melainkan sebuah kebiasaan yang perlu dibangun secara konsisten. Terlebih bagi seorang guru, kebiasaan membaca dan merefleksikan informasi dapat menjadi bagian penting dalam mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperkaya pengalaman belajar yang dapat dibagikan kepada peserta didik.

Sebagai bentuk komitmen dan tindak lanjut dari pelatihan, para guru akan mendapatkan satu bahan bacaan setiap minggu untuk didiskusikan bersama. Melalui kegiatan rutin tersebut, diharapkan budaya membaca, berdiskusi, dan berefleksi dapat terus terpelihara di antara para guru KB-TK Santa Maria Surabaya.

Pelatihan literasi ini bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengetahuan, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan belajar bersama. Dengan guru yang terus membaca, berpikir, berdiskusi, dan berefleksi, diharapkan budaya literasi dapat semakin kuat dan pada akhirnya turut menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan pengalaman, gagasan, dan inspirasi bagi anak-anak.

Mari terus membaca, terus belajar, dan terus bertumbuh menjadi guru pembelajar sepanjang hayat.

Penulis: Vincentia Linggar Mestikasala, S.Psi. (Guru KB-TK Santa Maria)