News &
Updates

News Image

Share

Jejak Abu, Awal Hening Menuju Paskah
21 Februari 2026

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris. Di Kapel Biara Ursulin, tergelar suasana hangat dan khusyuk saat anak-anak KB-TK berkumpul untuk mengikuti ibadat penerimaan abu. Suara nyanyian sederhana dan doa bersama mengisi ruang kapel, menciptakan suasana yang ramah bagi anak-anak namun tetap sarat makna. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri pada tradisi yang menandai dimulainya masa Prapaskah.

Puncak ibadat berlangsung saat Sr. Erna Veneranda Gai, OSU, dengan penuh kelembutan membubuhkan abu sebagai tanda memasuki masa penghayatan dan pertobatan. Melalui tanda abu, anak-anak diajak belajar tentang arti hidup sederhana dan memiliki hati yang rendah. Pesan ini disampaikan dengan bahasa yang lembut serta gerakan yang mudah dipahami, sehingga anak-anak TK dapat mengerti maknanya dengan baik. Momen ini mengajak anak-anak untuk berhenti sejenak, berpikir dengan tenang, dan belajar memahami nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ibadat dipandu dengan hangat oleh Ibu Emil yang membimbing anak-anak melalui lagu, cerita singkat, dan doa yang sesuai dengan usia mereka. Pendekatan yang penuh kasih membuat anak-anak merasa aman dan nyaman, sehingga mereka dapat terlibat secara aktif. Melalui cara yang sederhana dan menyenangkan ini, pesan tentang pengampunan, harapan, dan kasih dapat dipahami dengan baik oleh anak-anak.

Selain ritus abu, terdapat kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tentang makna berdoa secara rutin. Ibu Emil menanamkan pentingnya kebiasaan berdoa sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan berbagi kasih kepada sesama. Ajakan ini disampaikan dengan contoh konkret agar mudah dijalankan dalam keseharian mereka.

Di akhir ibadat, disampaikan pesan lembut agar anak-anak mencoba sedikit mengurangi kesenangan mereka, misalnya waktu bermain, sebagai bentuk latihan menahan diri dan berbagi. Langkah kecil ini dimaksudkan untuk membangun kebiasaan baik yang memperdalam iman selama masa Prapaskah. Dengan pulang membawa hati yang lebih hening dan tekad sederhana, anak-anak diharapkan terus menumbuhkan belas kasih dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Rosa Andriani - Guru KB-TK SD Santa Maria Surabaya