
Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris. Hari Film Nasional menjadi momen yang tepat untuk mengenalkan dunia cerita dan kreativitas kepada anak sejak usia dini. Di kelompok bermain usia 2–4 tahun, peringatan ini dapat dikemas dengan kegiatan yang sederhana namun bermakna. Anak-anak diajak mengenal bahwa film adalah cerita yang bisa dilihat dan didengar, serta menjadi sarana untuk mengekspresikan imajinasi mereka dengan cara yang menyenangkan.

Melalui sentra main peran, anak-anak diberi kesempatan untuk berperan sebagai tokoh dalam sebuah cerita sederhana. Mereka dapat berpura-pura menjadi penonton, pemain film, atau bahkan sutradara kecil yang mengarahkan teman-temannya. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian anak untuk tampil, tetapi juga membantu mereka memahami alur cerita secara alami melalui bermain.
![]() |

Dalam pelaksanaannya, guru dapat menghadirkan suasana seperti “bioskop mini” dengan menampilkan video pendek yang sesuai usia. Setelah itu, anak-anak diajak untuk menceritakan kembali kisah tersebut dengan versi mereka sendiri. Dengan bimbingan yang penuh kasih, anak belajar berbicara, berinteraksi, serta mengembangkan kemampuan bahasa dan sosialnya secara bertahap.
![]() |
Kegiatan main peran ini juga menumbuhkan sikap positif, seperti bekerja sama, saling menghargai, dan menunggu giliran. Anak-anak belajar bahwa setiap peran itu penting, baik sebagai tokoh utama maupun pendukung. Proses ini menjadi pengalaman berharga yang membentuk rasa percaya diri dan empati sejak dini.
![]() | |||
![]() | |||
Melalui peringatan Hari Film Nasional di sentra main peran, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar memahami dunia di sekitar mereka dengan cara yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kreativitas, imajinasi, dan kecintaan anak terhadap cerita serta seni sejak usia dini.
Penulis: Emiliana Sugihartanti - Guru KB-TK Santa Maria Surabaya