News &
Updates

News Image

Share

Sentra Seni mengembangkan Daya Imajinasi dan Motorik Anak Usia Dini
16 Februari 2026

Surabaya, Kampus Ursulin. Sentra seni merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang memiliki peran penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini. Melalui berbagai aktivitas kreatif seperti melukis, 3M (melipat, menggunting, dan menempel), menggambar, serta mewarnai, anak tidak hanya belajar mengekspresikan diri, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus secara menyeluruh.

1. Mengembangkan Imajinasi Anak

​Pada masa usia dini, imajinasi anak berkembang sangat pesat. Kegiatan di sentra seni memberikan ruang bagi anak untuk menuangkan ide, gagasan, dan perasaannya ke dalam bentuk visual. Saat anak melukis atau menggambar, mereka bebas menentukan warna, bentuk, serta cerita di balik karya yang dibuat. Proses ini melatih kreativitas, kemampuan berpikir simbolik, serta rasa percaya diri.

​Tidak ada hasil yang benar atau salah dalam karya seni anak. Setiap goresan dan pilihan warna mencerminkan cara berpikir unik mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan stimulasi dan apresiasi sehingga anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus bereksplorasi.

2. Melatih Motorik Halus Melalui Kegiatan Kreatif

​Motorik halus berkaitan dengan kemampuan menggerakkan otot-otot kecil, terutama pada jari dan tangan. Kegiatan seperti menggambar, mewarnai, menggunting, dan menempel sangat efektif untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

​Dalam kegiatan 3M (melipat, menggunting, dan menempel), anak belajar mengontrol gerakan tangan dengan lebih terarah. Saat melipat kertas, anak melatih ketelitian dan kekuatan jari. Ketika menggunting mengikuti garis, mereka belajar fokus dan mengendalikan gerakan. Menempel gambar atau potongan kertas melatih ketepatan serta kesabaran. Semua aktivitas ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan anak dalam menulis di jenjang pendidikan berikutnya.

3. Mengembangkan Motorik Kasar secara Terintegrasi

​Selain motorik halus, sentra seni juga dapat mengembangkan motorik kasar anak. Kegiatan melukis menggunakan media besar, seperti kertas ukuran besar atau melukis di papan berdiri, memungkinkan anak menggerakkan seluruh lengan dan bahu. Aktivitas ini membantu memperkuat otot-otot besar serta melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.

​Dalam suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, anak dapat bergerak bebas sambil tetap fokus pada proses berkarya. Hal ini menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan tidak membosankan.

4. Membangun Karakter dan Kemampuan Sosial

​Kegiatan sentra seni juga mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Saat bekerja dalam kelompok kecil, anak belajar berbagi alat dan bahan, menunggu giliran, serta menghargai hasil karya teman. Mereka juga belajar mengekspresikan perasaan melalui warna dan bentuk sehingga membantu perkembangan emosional yang sehat.

​Sentra seni bukan sekadar kegiatan menggambar atau mewarnai, melainkan sarana penting untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan motorik kasar dan halus anak usia dini. Melalui kegiatan melukis, 3M, menggambar, dan mewarnai, anak belajar dengan cara yang menyenangkan, aktif, dan bermakna.

​Dengan dukungan guru yang kreatif serta lingkungan belajar yang kondusif, sentra seni menjadi wahana yang efektif dalam menstimulasi perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh.

 

​Penulis: Sicilia Triana - Guru KB-TK Santa Maria Surabaya