Surabaya, Kampus Ursulin-Sanmaris – TK Santa Maria Surabaya menjadi salah satu sekolah yang mendapat kunjungan edukatif dalam kegiatan PUSPAGA Goes To School. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Wepose dan Karang Taruna pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 09.00–10.45 WIB. Mengusung tema “Bright Future Shield: Menjaga Anak dari Ruang Kelas hingga Ruang Digital”, kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dengan pemahaman dasar tentang cara menjaga diri dan keselamatan tubuh sejak usia dini.
PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) adalah unit layanan terpadu berbasis komunitas yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai wadah belajar demi meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Dalam konteks pendidikan dini, PUSPAGA berperan sebagai penghubung antara orang tua, guru, dan anak dalam menciptakan pola asuh yang baik.

Dalam kegiatan ini, tim PUSPAGA memberikan edukasi dengan cara yang ramah anak melalui video pembelajaran “Lampu Lalu Lintas Tubuh”. Anak-anak dikenalkan dengan simbol lampu merah untuk bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, yaitu dada, area kemaluan, pantat, dan mulut. Sementara itu, lampu hijau digunakan untuk menjelaskan bagian tubuh yang boleh disentuh, seperti kepala, tangan, dan kaki.
Selain itu, anak-anak juga diajarkan langkah sederhana yang harus dilakukan saat menghadapi situasi tidak aman, yaitu berteriak “Tidak!” untuk menolak sentuhan atau ajakan yang tidak aman, segera lari menjauh ke tempat yang aman atau ramai, serta melapor kepada guru atau orang tua. Materi ini disampaikan secara menyenangkan melalui gerak dan lagu “Kujaga Diriku” dan “Ini Area Privasiku”, sehingga anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat pesan yang disampaikan.

Suasana semakin interaktif saat sesi tanya jawab bersama tim PUSPAGA. Tiga anak, yaitu Kiara, Kidung, dan Hans, mampu menjawab pertanyaan seputar bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan mendapat reward sebagai bentuk apresiasi. Pada sesi gerak dan lagu, Brielle, Emily, Gweny, dan Sakha menerima apresiasi karena mampu mengikuti gerakan dengan penuh semangat dan percaya diri. Beberapa anak lain juga menerima apresiasi atas antusiasme dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan ini.
Sepanjang kegiatan, anak-anak tampak antusias dan aktif mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari ice breaking, tanya jawab, hingga gerak dan lagu. Kegiatan ditutup dengan foto bersama tim PUSPAGA, guru, dan anak-anak sebagai kenangan dari momen edukatif yang penuh keceriaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak TK Santa Maria semakin memahami pentingnya menjaga diri, mengenal batasan tubuh, serta berani bersuara dan melapor ketika menghadapi situasi yang tidak aman, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital.
Penulis: Laura (Guru TK Santa Maria)