News &
Updates

News Image

Share

Petualangan Seru Anak KB-TK Mengenal Sejarah dan Ikon Kota Surabaya
6 Agustus 2026

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris. Surabaya bukan hanya kota metropolitan, melainkan juga kota yang kaya akan nilai sejarah dan inovasi. Untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus mengenalkan kebanggaan lokal, KB-TK Santa Maria baru saja menggelar kegiatan karya wisata (study tour) yang sangat berkesan (Selasa, 4/8/2026).

Mengusung tema pengenalan sejarah dan ikon kota, anak-anak diajak menjelajahi dua destinasi ikonik Kota Pahlawan, yaitu Tunnel Joyoboyo—terowongan pejalan kaki modern yang megah—dan Monumen Tugu Pahlawan.

Pagi hari di halaman sekolah terasa berbeda. Wajah-wajah ceria anak-anak sudah tampak berseri-seri sejak pukul 06.30 WIB. Sebelum roda kendaraan berputar, seluruh siswa, guru, dan pendamping berkumpul bersama untuk menggelar doa pembukaan. Doa bersama ini dipimpin oleh Bu Sicil untuk memohon keselamatan, kelancaran, serta ilmu yang bermanfaat sepanjang perjalanan. "Perjalanan yang baik selalu dimulai dengan niat yang tulus dan doa yang khidmat."

Setelah doa selesai, rombongan pun bersiap berangkat. Perjalanan kali ini sungguh meriah dengan konvoi rombongan yang terdiri atas 13 mobil pribadi pendamping, 1 bus sekolah, dan 1 mobil Elf. Konvoi berjalan dengan tertib menembus jalanan Kota Surabaya, menebarkan energi positif sepanjang jalan menuju destinasi pertama.

Tujuan pertama rombongan adalah Tunnel Joyoboyo, sebuah terowongan bawah tanah kekinian yang menghubungkan Terminal Intermodal Joyoboyo (TIJ) langsung dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Di dalam terowongan yang sejuk dan bersih ini, para siswa dibuat takjub oleh diorama edukatif Kebun Binatang Surabaya. Sambil berjalan santai, anak-anak belajar mengenal keanekaragaman satwa dan sejarah KBS melalui visualisasi artistik yang ada di sepanjang dinding terowongan.

Keluar dari terowongan, rombongan menuju ke spot foto ikonik Kota Surabaya yang berlokasi tepat di depan pintu masuk KBS. Momen ini tentu tidak dilewatkan begitu saja! Dengan tertib, setiap kelas bergantian mengambil posisi untuk berfoto bersama. Latar belakang ikon baru Surabaya serta Patung Suro dan Boyo yang gagah menjadi bukti kenangan manis mereka hari itu.

Puas berfoto dan menjelajahi Tunnel Joyoboyo, konvoi kendaraan kembali bergerak menuju jantung Kota Surabaya: Monumen Tugu Pahlawan.

Setibanya di sana, anak-anak langsung diajak berkeliling kawasan Tugu Pahlawan yang asri dan sarat akan nilai sejarah. Puncak edukasi berada di Museum 10 November yang terletak di bawah tanah kawasan monumen.

Di dalam museum, para siswa diajak time travel ke masa perjuangan:

  1. Melihat Koleksi Diorama: Mengamati diorama pertempuran 10 November 1945.
  2. Mendengarkan Suara Bung Tomo: Merasakan getaran semangat lewat rekaman pidato Bung Tomo yang membakar jiwa nasionalisme.
  3. Benda Peninggalan Sejarah: Melihat langsung senjata, pakaian, dan barang peninggalan para pejuang Surabaya.

Anak-anak sangat antusias mendengarkan informasi penting dan bertanya kepada pemandu museum. Kegiatan ini sukses menanamkan rasa hormat dan bangga atas jasa para pahlawan yang telah gugur.

Setelah puas berkeliling dan menyerap ilmu sejarah, seluruh rombongan berkumpul kembali menuju kendaraan masing-masing untuk perjalanan pulang ke sekolah.

Meskipun rasa lelah mulai terasa, raut bahagia dan ceria tidak lepas dari wajah anak-anak. Perjalanan kali ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah paket lengkap: edukasi, kebersamaan, dan penanaman rasa cinta pada Kota Surabaya.

Sampai jumpa di kegiatan outdoor seru sekolah berikutnya!

Penulis: Tari (Guru KB-TK Santa Maria)