News &
Updates

News Image

Share

Pelatihan Public Speaking "Berbicara di Depan Umum itu Ada Seninya, Tidak Asal Bicara Tanpa Mengetahui Tekniknya "
17 Februari 2025

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, Hari Sabtu, 15/2/2025, di kelas B1 semua Guru, TU dan Karyawan mengikuti pelatihan Public Speaking. Salah satu kegiatan meningkatkan SDM guru ,tendik dan karyawan KB-TK Santa Maria Surabaya untuk membangun rasa percaya diri berpikir kritis, melatih diri berekspresi secara positif di hadapan publik serta dapat meningkatkan kualitas dan value diri.

Dalam mengikuti kegiatan pelatihan public speaking ini diharapkan semua dapat dan berani berbicara di depan umum. Public Speaking terdiri dari dua kata yaitu public yang berarti umum, dan speaking yang berarti berbicara. Demikian penjelasan awal yang disampaikan Brigitta Revia Sandy Fista, S.I.Kom, M. Med. Kom selaku narasumber.

Berbicara di depan umum itu ada seninya tidak asal bicara dan jangan merasa bahwa tidak memiliki skill maka tekunilah dan berlatih secara konsisten. Dengan menggunakan bahasa  non verbal yang kredibel dan menggunakan bahasa tubuh serta gerakan tangan positif dan menyakinkan. Usahakan tetap terhuhung dengan audiens melalui kontak mata yang cukup, ekspresi wajah dan senyum untuk menciptakan trust serta memperkuat public speaking dengan aksi panggung yang direncanakan. Dengan pengetahuan ini guru dapat mengajak peserta didik untuk lebih berani bicara dan tampil di depan umum lanjutnya sambil mengomentari contoh yang diperankan Vincentia Linggar Mestikasala atau biasa disebut Bu Linggar.

Sesi selanjutnya setelah menyimak materi dasar public speaking, kami diajak untuk praktek dengan topik: pidato, promosi, motivasi dan ucapan terimakasih. Masing-masing akan praktek di depan semua peserta menggunakan system undian. Sesi yang cukup seru dan menegangkan bagi kami. Awalnya kami diberi waktu untuk membuat teks sesuai topik yang didapat selama 30 menit. Selanjutnya dengan undian kami maju satu persatu dan dikritisi apa yang sudah sesuai/ baik dan apa yang perlu diperbaiki.

Semua sudah melakukan dengan maksimal namun karena nervous, maka beberapa orang melupakan point-point penting saat berbicara, seperti gesture tubuh, senyum, suara atau materi yang sudah dipersiapkan. “Maka dalam public speaking ini yang terpenting adalah terus melakukannya dan menyadari cara penyampaian yang mudah diterima banyak orang” kata Bu Gitta biasa dipanggil mengakhiri pelatihan.

 

Penulis: Theresia Ninu