“Ma, aku diajak Bu Maria ikut lomba menari. Aku setiap hari latihan,” katanya pada suatu siang saat kujemput sekolah. “Oke. Harus selalu sehat ya supaya bisa latihan terus,” jawabku.
Benar saja. Kidung, anakku, dan teman-temannya (Ully, Vallerie, Scott, Paundra, Fiori, dan Grizzelle) berlatih menari setiap hari. Jumpritan, sebuah tari kreasi baru untuk anak-anak. Selama masa latihan itu, mereka pulang 30 menit lebih siang dari jadwal sekolah biasanya. Kadang-kadang lebih.
Pernah suatu hari, aku mengintip ke aula tempat mereka berlatih. Baru beberapa detik, aku mendapat lirikan dan tatapan tidak nyaman dari anakku. Sontak aku berhenti mengintip dan menunggu di luar sekolah saja sampai mereka selesai.
Di perjalanan pulang, Kidung menyampaikan bahwa dia tidak nyaman jika Mama melihatnya berlatih. Aku menyampaikan maaf, sambil masih "menawar" tentu saja. “Kan kamu keren, Mama jadi ingin lihat….” Tapi izin tetap tidak diberikan, hahaha….
Baiklah, Nak, Mama tidak akan melihat sesi latihan. Toh, ketika lomba di Sanmar Cup nanti, Mama akan menyaksikannya!
Dan, begitu mereka naik ke panggung, saya tercengang sampai merinding! Hei, Kidung, kamu tidak sekadar menari, Nak! Yang Mama lihat, kamu BERSENANG-SENANG!
Meski kadang kamu mempraktikkan gerakan tarian itu ketika di rumah, Mama tidak menyangka sama sekali seperti ini hasil akhirnya. Jarimu ngrayung, lengan mbapang, lalu melompat dan mendarat dengan malangkerik. Lebar pula senyummu, Nak!
Panggung berukuran 6 x 3 meter itu kalian kuasai dengan baik. Mengikuti gerakan tarian yang menceritakan “dolanan bocah”, kalian memperagakan berbagai permainan. Cublak-cublak suweng, hompimpah, ular naga, dan pastinya: jilumpet! Mungkin kalian lebih familiar dengan sebutan hide and seek ya, Gen Alpha!
Rupanya tidak cukup dengan terkesima saja pada penampilan kalian. Rasa syukur itu bertambah lagi dengan kabar di sore harinya: kalian menjadi Pemenang ke-2! Selamat, anak-anak hebat!
Jika merunut lagi ke belakang, ini adalah hadiah untuk keuletan dan kegigihan kalian. Ketika ada kalanya latihan tidak bisa full team, tentu berikutnya perlu pengulangan. Kalian jalani saja tanpa mengeluh.
Juga, tentu saja berkat kesabaran dan kedisiplinan Bu Maria dalam melatih, serta dukungan guru-guru yang lain. Bukan hanya meluangkan waktu dan tenaga untuk menggladi, Bu Maria, Bu Tari, Bu Rosa, Bu There, dan Suster Erna tidak lelah mengingatkan anak-anak untuk menjaga kesehatan.
Pencapaian ini adalah hasil kerja sama yang tidak bisa dipisahkan antara murid, guru, dan orang tua. Anak didik yang bersedia berupaya, guru yang mengarahkan serta mendampingi, dan orang tua yang mendukung serta menyertai. Prestasi bersama ini memberikan anak-anak bukan hanya hadiah dan trofi, tetapi juga pengalaman berdaya juang untuk menjadi bisa dan berani unjuk diri.
Terima kasih semuanya, semoga ini menjadi kenangan manis kalian: having fun dengan Jumpritan!
(D.S. Elisabet Novililiana, mama C.C. Kidung Kapisungsung – Orang tua murid KB-TK Santa Maria)
