News &
Updates

News Image

Share

Menghidupi Nilai-Nilai Serviam pada Anak Usia Dini
13 Februari 2025

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, bertempat di Jl. Raya Darmo (6/2/2025), anak-anak Kelompok Bermain sedang membuat poster. Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus penting dalam pembentukan pribadi anak-anak. Salah satu nilai yang dapat diterapkan sejak dini adalah Serviam, yang berasal dari bahasa Latin yang berarti "Melayani dengan Hati". Dalam konteks anak usia dini, nilai Serviam mengajarkan mereka untuk peduli, berbagi, dan melayani sesama dengan tulus.

Pendidik dan orang tua berperan penting dalam menanamkan nilai ini melalui berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak dalam interaksi sosial yang positif. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang tua dan pendidik untuk mengajarkan nilai Serviam kepada anak usia dini seperti berbagi, bersikap ramah dengan teman, berbicara dengan sopan, selalu berterima kasih dan mengucap syukur dengan berdoa, serta tetap berusaha dan tidak putus asa dalam segala hal. Ajaran tersebut dapat mereka dengarkan melalui sapaan dan nasehat Santa Angela.

Selain itu, bermain peran juga menjadi metode yang efektif untuk menanamkan nilai Serviam. Dengan cara ini, anak-anak dapat belajar bagaimana menjadi orang yang peduli dengan memerankan peran sebagai seseorang yang membantu teman yang kesulitan atau memberi dukungan pada orang lain. Menurut ahli pendidikan anak, Dr. Maria Santosa, "Nilai Serviam bukan hanya diajarkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui teladan. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat di sekitar mereka, jadi orang tua dan pendidik perlu menjadi contoh yang baik dalam melayani dan berbagi."

Dr. Santosa juga menekankan bahwa pendidikan karakter pada anak usia dini harus dilakukan secara konsisten dan dalam berbagai bentuk, baik itu melalui kegiatan sehari-hari, cerita, maupun kegiatan kelompok yang melibatkan anak-anak.

Menghidupi nilai Serviam pada anak usia dini bukan hanya soal pendidikan karakter, tetapi juga soal membentuk masyarakat yang lebih peduli dan saling mendukung. Penting bagi kita untuk terus mendukung pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai mulia ini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang peduli. 

 

(Penulis : Vincentia Linggar Mestikasala, S.Psi)