Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris Semangat inovasi menyelimuti Aula Lantai 4 Kampus Surabaya saat seluruh pendidik dari jaringan Yayasan Paratha Bhakti—mulai dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Pacet—berkumpul untuk satu tujuan: menyongsong masa depan pendidikan. Kegiatan pengimbasan bertajuk "Pemanfaatan GenAI untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital" ini digelar sebagai langkah nyata yayasan dalam memastikan setiap guru memiliki bekal teknologi yang relevan guna menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan efektif.
Acara dibuka dengan penuh kehangatan melalui prakata dari Sr. Noorwindhi Kartika Dewi, OSU, selaku Ketua Yayasan Paratha Bhakti. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk tidak hanya menjadi penyampai ilmu, tetapi juga menjadi pembelajar yang adaptif di tengah laju teknologi. Beliau berharap integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat menjadi alat yang membantu guru dalam menyentuh sisi kemanusiaan siswa secara lebih mendalam melalui metode yang lebih inovatif.
Memasuki sesi inti, suasana menjadi sangat interaktif saat dua narasumber dari unit SMA, Ibu Nike dan Bapak Ruslan, berbagi wawasan praktis. Keduanya membedah potensi Generative AI (GenAI) yang dapat mempermudah pekerjaan administratif guru hingga merancang materi ajar yang lebih personal bagi siswa. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan mudah dipahami, para peserta diajak langsung mempraktikkan cara memanfaatkan teknologi ini agar proses belajar-mengajar menjadi lebih efisien tanpa kehilangan nilai-nilai pendidikan yang utama.
Kegiatan ini ditutup dengan optimisme tinggi dari seluruh bapak dan ibu guru yang hadir. Pertemuan lintas wilayah ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu teknis, tetapi juga mempererat kolaborasi antarunit di bawah naungan Yayasan Paratha Bhakti. Dengan semangat baru ini, para guru siap kembali ke unit masing-masing untuk mengimplementasikan teknologi GenAI demi menghadirkan kualitas pendidikan terbaik yang mampu menjawab tantangan zaman bagi seluruh peserta didik.

Penulis : Emiliana - Guru KB-TK Santa Maria Surabaya