News &
Updates

News Image

Share

“Jejak Kartini Cilik di KBS: Saat Jemari Ibu dan Anak Menenun Kreativitas dari Alam”
18 April 2026

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris — Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS) tampak berbeda dan jauh lebih berwarna dari biasanya pada Sabtu, 18 April 2026. Di bawah rindangnya pepohonan, berkumpul para ibu dan anak TK se-kota dalam Lomba Kreasi Daun yang penuh kehangatan. Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang bagi sisi kebersamaan (parenting & bonding) yang begitu kental. Kita bisa melihat bagaimana jemari kecil sang anak bekerja sama dengan tangan lembut sang ibu, saling berbisik mengatur strategi, dan tertawa bersama saat menyusun helai demi helai daun. Momen ini menjadi bukti bahwa kualitas hubungan orang tua dan anak tumbuh subur melalui kolaborasi kreatif yang tulus.

Kehangatan kolaborasi ini terpancar jelas dalam karya-karya unik yang dihasilkan. Dari kelompok TK B, semangat eksplorasi dituangkan dalam tema alat transportasi. Alvin dengan tekun menyusun helai daun menjadi rangkaian kereta api yang panjang, sementara Jason menunjukkan imajinasinya yang luas melalui replika pesawat dan tank yang kokoh. Tak ketinggalan, Kayla mengkreasikan bentuk mobil dan bus yang tampak dinamis dari paduan tekstur daun yang berbeda. Di sisi lain, keceriaan juga datang dari kelompok TK A yang mengangkat tema dunia binatang. Anme dan Vio bekerja sama menciptakan burung merak dengan ekor daun yang mekar indah, sedangkan Reynold berhasil menampilkan sosok gajah yang menggemaskan dengan telinga lebar dari lembaran daun pilihan. Setiap karya ini adalah cerminan dari keberanian mereka untuk mencoba dan berekspresi.

Semangat ini semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, saat sisi semangat Kartini (edukasi dan budaya) terasa hidup melalui kehadiran para guru serta pendamping yang anggun mengenakan kebaya. Kebaya yang dikenakan bukan sekadar busana, melainkan simbol penghormatan terhadap perjuangan Kartini dalam memajukan pendidikan. Melalui pendidikan anak usia dini ini, nilai-nilai ketangguhan dan kemandirian Kartini diwariskan kepada generasi penerus dengan cara yang menyenangkan dan penuh kegembiraan.

Tak kalah menarik adalah sisi kreativitas alam (eco-friendly) yang menjadi inti dari karya mereka. Memilih media daun di tengah suasana asri KBS mengajak anak-anak untuk kembali mencintai bumi. Mereka belajar bahwa keindahan tidak harus datang dari bahan plastik atau sintetis, melainkan dari apa yang disediakan oleh alam sekitar secara berkelanjutan. Setiap karya yang dihasilkan adalah cerminan dari pikiran yang merdeka dan hati yang mencintai lingkungan, persis seperti semangat perubahan yang dulu dicita-citakan oleh Ibu Kartini.

 

Penulis: Tari (Guru KB-TK Santa Maria)