Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris — Kegiatan Sentra Persiapan TK B1 Kampus Ursulin – Sanmaris berlangsung menyenangkan melalui tema rumah dan bangunan. Anak-anak mengenal berbagai bahan bangunan, seperti batu, bata, semen, pasir, tembok, dan cermin. Melalui papan Baba, anak belajar mengenal dan menyusun suku kata. Kegiatan dilakukan secara bertahap melalui bermain dan bereksplorasi. Anak juga mengembangkan kemampuan bahasa, keaksaraan, kognitif, dan konsentrasi.
Pada kegiatan literasi, anak menggunakan papan Baba untuk menyusun kepingan suku kata menjadi kata. Anme mampu menyusun beberapa suku kata menjadi kata "batu", "bata", "semen", "pasir", "tembok", dan "cermin". Brielle mampu menyusun suku kata menjadi kata "batu", "bata", dan "semen". Anak belajar mengenali susunan suku kata sekaligus memperkaya kosakata. Proses menyusun kepingan dilakukan dengan mencoba dan memperbaiki susunan. Kegiatan ini membantu anak memahami bahwa suku kata dapat digabungkan menjadi kata yang bermakna.

Selanjutnya, anak diajak mengembangkan kata menjadi kalimat sederhana. Reynold menyusun kalimat, “Rumahku di Surabaya.” Leyton menyusun kalimat, “Rumahku di Mojo, Surabaya.” Angelo menyusun kalimat, “Rumah Angelo di Ketintang.” Sementara itu, Elois menyusun kalimat, “Rumahku di Indragiri.” Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bahwa anak mulai memahami fungsi kata dalam sebuah kalimat dan menggunakannya untuk menyampaikan informasi tentang tempat tinggal mereka.

Penggunaan papan Baba memberikan pengalaman belajar yang konkret dan menyenangkan. Anak dapat memilih, memindahkan, menyusun, dan mencoba kembali kepingan hingga menemukan susunan yang tepat. Guru memberikan pertanyaan sederhana seperti, “Suku kata apa yang dibutuhkan?” dan “Kata apa yang ingin kamu buat?” Pendampingan diberikan sesuai dengan kebutuhan tanpa mengambil alih proses belajar anak. Dengan demikian, anak memiliki kesempatan untuk berpikir, mencoba, dan menemukan jawaban sendiri.
Antusiasme anak terlihat ketika mereka berhasil menyusun kata maupun kalimat. Mereka menghubungkan kosakata yang dipelajari dengan rumah dan tempat tinggal mereka sendiri. Kegiatan ini membuat literasi menjadi lebih dekat dan bermakna bagi anak. Dari mengenal suku kata, menyusun kata, hingga membentuk kalimat, anak belajar menyampaikan gagasan dengan percaya diri. Proses tersebut juga melatih konsentrasi, ketekunan, dan kemampuan memecahkan masalah.
Pembelajaran di Sentra Persiapan TK B1 menunjukkan bahwa literasi dapat dikenalkan melalui kegiatan bermain yang dekat dengan kehidupan anak. Nilai Serviam tumbuh melalui kebiasaan belajar bersama, saling membantu, berbagi alat, menunggu giliran, dan menghargai usaha teman. Anak tidak hanya belajar membaca dan menyusun kata, tetapi juga belajar berinteraksi dengan lingkungan. Dari suku kata menjadi kata, dari kata menjadi kalimat, setiap kata menjadi bagian dari cerita mereka. Belajar, bermain, dan bertumbuh bersama dalam semangat Serviam.
Penulis: Rosa Andriani (Guru KB-TK Santa Maria)